Kamis, 09 Oktober 2014

puisi ini

Gelisah

Ramai adanya angin
terasa hampa
tanpa dirimu
saat menhembus nafas

Tapi mungkin kau bukan angin
yang menghembus sepoi - sepoi
yang membakar daun
hingga hangus

Tau bagai api
yang membakar rasa ini
luar mungkin bisa
hati yang sulit diobati

Mungkin hanya sebuah kebohongan
tapi harus bijak
akan ku terima ini
hingga ajalku

Rabu, 08 Oktober 2014

puisi puisi rakyat

" Dimanakah Nuranimu....... "


Kami di sini sengsara

dengan semua tingkah lakumu

penuh dengan ilusi

hingga saat ini

mereka bagai semut

seperti makanan

mengerubungi

sampai tinggal tulang

mau di kemanakan kami?

kami penuh luka

tak lupa asa

kami hanya ingin bahagia

tanpa luka

mengapa kau merampasnya

hak yang dimiliki

 

mungkin nafsu telah lesu

melahap amarah

hingga habis

seperti kayu bakar

 

mereka seperti kelaparan

tanpa asa memandang

bagai tulang

bangakai pun di makan